ASKEP KOLOSTOMI PDF

Carcinomas occurring at colostomy sites are rare, and most of these are metachronous colorectal cancers. The median time between colostomy and development of a carcinoma at a colostomy site is 22 years, which exceeds the length of the recommended follow-up period. We report a rare case of a carcinoma of the transverse colon occurring at a colostomy site in a patient without a history of colorectal cancer. An year-old woman presented with a tumor occurring at a colostomy site.

Author:Mezragore Kajibei
Country:China
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):7 April 2019
Pages:483
PDF File Size:11.56 Mb
ePub File Size:2.18 Mb
ISBN:642-2-58614-360-5
Downloads:82551
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faelabar



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 2, Pages: Preview Full text.

Pengertian Colostomi adalah suatu operasi untuk membentuk suatu hubungan buatan antara colon dengan permukaan kulit pada dinding perut. Hubungan ini dapat bersifat sementara atau menetap selamanya. Sebuah lubang buatan yang dibuat oleh dokter ahli bedah pada dinding abdomen untuk mengeluarkan feses M. Bouwhuizen, Colostomi dapat berupa secostomy, colostomy transversum, colostomy sigmoid, sedangkan colon accendens dan descendens sangat jarang dipergunakan untuk membuat colostomy karena kedua bagian tersebut terfixir retroperitoneal.

Colostomy pada bayi dan anak hampir selalu merupakan tindakan gawat darurat, sedang pada orang dewasa merupakan keadaan yang pathologis. Colostomy pada bayi dan anak biasanya bersifat sementara. Jenis-jenis Kolostomi Kolostomi dibuat berdasarkan indikasi dan tujuan tertentu, sehingga jenisnya ada beberapa macam tergantung dari kebutuhan pasien. Kolostomi dapat dibuat secara permanen maupun sementara.

Kolostomi Permanen Pembuatan kolostomi permanen biasanya dilakukan apabila pasien sudah tidak memungkinkan untuk defekasi secara normal karena adanya keganasan, perlengketan, atau pengangkatan kolon sigmoid atau rectum sehingga tidak memungkinkan feses melalui anus.

Kolostomi permanen biasanya berupa kolostomi single barrel dengan satu ujung lubang. Kolostomi temporer ini mempunyai dua ujung lubang yang dikeluarkan melalui abdomen yang disebut kolostomi double barrel. Pada minggu pertama post kolostomi biasanya masih terjadi pembengkakan sehingga stoma tampak membesar. Pasien dengan pemasangan kolostomi biasanya disertai dengan tindakan laparotomi pembukaan dinding abdomen. Luka laparotomi sangat beresiko mengalami infeksi karena letaknya bersebelahan dengan lubang stoma yang kemungkinan banyak mengeluarkan feses yang dapat mengkontaminasi luka laparotomi, perawat harus selalu memonitor kondisi luka dan segera merawat luka dan mengganti balutan jika balutan terkontaminasi feses.

Perawat harus segera mengganti kantong kolostomi jika kantong kolostomi telah terisi feses atau jika kontong kolostomi bocor dan feses cair mengotori abdomen. Perawat juga harus mempertahankan kulit pasien disekitar stoma tetap kering, hal ini penting untuk menghindari terjadinya iritasi pada kulit dan untuk kenyamanan pasien. Kulit sekitar stoma yang mengalami iritasi harus segera diberi zink salep atau konsultasi pada dokter ahli jika pasien alergi terhadap perekat kantong kolostomi.

Pada pasien yang alergi tersebut mungkin perlu dipikirkan untuk memodifikasi kantong kolostomi agar kulit pasien tidak teriritasi.

Indikasi Indikasi colostomy yang permanent. Pada penyakit usus yang ganas seperti carsinoma pada usus. Kondisi infeksi tertentu pada colon: Trauma kolon dan sigmoid Diversi pada anus malformasi Diversi pada penyakit Hirschsprung Diversi untuk kelainan lain pada rekto sigmoid anal kanal 4.

Komplikasi Prolaps, merupakan penonjolan mukosa colon 6 cm atau lebih dari permukaan kulit. Prolaps dapat dibagi 3 tingkatan: Penonjolan seluruh dinding colon termasuk peritonium kadang-kadang sampat loop ilium. Adanya strangulasi dan nekrosis pada usus yang mengalami penonjolan. Prolaps dapat terjadi oleh adanya faktor-faktor peristaltik usus meningkat, fixasi usus tidak sempurna, mesocolon yang panjang, tekanan intra abdominal tinggi, dinding abdomen tipis dan tonusnya yang lemah serta kemungkinan omentum yang pendek dan tipis.

Juga terjadi karena cara membersihkan kulit yang kasar, salah memasang kantong dan tidak tahan akan plaster. Diare Makin ke proksimal colostominya makin encer feces yang keluar. Pada sigmoid biasanya normal. Stenosis Stoma Kontraktur lumen terjadi penyempitan dari celahnya yang akan mengganggu pasase normal feses.

Eviserasi Dinding stoma terlepas dari dinding abdomen sehingga organ intra abdomen keluar melalui celah. Untuk menghindari terjadinya sumbatan, pasien perlu dilakukan irigasi kolostomi secara teratur. Pada pasien dengan kolostomi permanen tindakan irigasi ini perlu diajarkan agar pasien dapat melakukannya sendiri di kamar mandi.

Infeksi Kontaminasi feses merupakan factor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya infeksi pada luka sekitar stoma. Oleh karena itu pemantauan yang terus menerus sangat diperlukan dan tindakan segera mengganti balutan luka dan mengganti kantong kolstomi sangat bermakna untuk mencegah infeksi. Prolaps pada stoma Terjadi karena kelemahan otot abdomen atau karena fiksasi struktur penyokong stoma yang kurang adekuat pada saat pembedahan. Stenosis Penyempitan dari lumen stoma. Perdarahan stoma Hernia Paracolostomy Pendarahan Stoma lnfeksi luka operasi Retraksi : karena fixasi yang kurang sempurna Sepsis dan kematian Untuk mencegah komplikasi, diperlukan colostomi dengan teknik benar serta perawatan pasca bedah yang baik, selain itu pre-operatif yang memadai.

Dalam kaitan penegakan diagnosis dan pengobatan lebih lanjut diperlukan beberapa disiplin ilmu yang terkait: patologi anatomi dan radiologi. Kontra indikasi Keadaan umum tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi. Teknik perawatan stoma dan kulit sekitar stoma. Waktu penggantian kantong kolostomi. Teknik irigasi kolostomi dan manfaatnya bagi pasien.

Jadwal makan atau pola makan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan. Pengeluaran feses agar tidak mengganggu aktifitas pasien. Berbagai jenis makanan bergizi yang harus dikonsumsi. Berbagai aktifitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pasien.

Makanan yang tinggi serat. Teknik Operasi Secara singkat teknik operasi kolostomi dapat dijelaskan sebagai berikut. Setelah penderita diberi narkose dengan endotracheal tube, penderita dalam posisi terlentang. Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik, kemudian dipersempit dengan linen steril.

Dibuat insisi tranversal setinggi pertengahan antara arcus costa dan umbilikus kanan maupun kiri. Dibuka lapis demi lapis sehingga peritoneum kemudian dilakukan identifikasi kolon tranversum. Kemudian usus dijahit ke peritonium fascia dan kulit sehingga kedap air water tied. Selanjutnya usus dibuka transversal dan dijahit ke kulit kemudian tepi luka diberi vaselin. Pengkajian a. Keadaan stoma : Warna stoma normal warna kemerahan.

Tanda-tanda perdarahan perdarahan luka operasi. Tanda-tanda peradangan tumor, rubor, color, dolor, fungsi laese. Posisi stoma. Apakah ada perubahan eliminasi tinja : Konsistensi, bau, warna feces. Apakah feces tertampung dengan baik?

Hal-hal yang menyebabkan nyeri. Kualitas nyeri. Apakah pasien gelisah atau tidak. Adakah faktor lingkungan mempersulit tidur. Adakah faktor psikologis mempersulit tidur?

Bagaimana konsep diri pasien? Apakah ada gangguan nutrisi : Bagaimana nafsu makan klien. BB normal atau tidak. Bagaimana kebiasaan makan pasien. Makanan yang menyebabkan diare. Makanan yang menyebabkan konstipasi. Apakah pasien seorang yang terbuka? Maukah pasien mengungkapkan masalahnya. Dapatkah pasien beradaptasi dgn lingkungan setelah tahu bagian tubuhnya diangkat. Prioritas Perawatan Ditujukan Kepada: Pengkajian mengenai penyesuaian psikologis.

Pencegahan terhadap komplikasi. Pemberian dukungan untuk rnerawat anak. Menyediakan informasi bagi keluarga. Diagnosa Keperawatan 1. Potensial terjadinya gangguan eliminasi tinja konstipasi atau diare b. Potensial gangguan nutrisi b. Potensial gangguan integritas kulit b.

Potensial terjadinya infeksi b. Gangguan rasa nyaman nyeri b. Gangguan rasa nyaman b. Gangguan istirahat dan tidur b. Gangguan konsep diri gambaran diri, peran b. Keterbatasan aktifitas b. Cemas b. Perencanaan Keperawatan DP. Pola BAB teratur.

GLSL COOKBOOK PDF

Kasus Nic Noc

Rf01d the First to Rate this Part. Download the model according to the specified sizing parameters in either 3D or 2D format. Rf01d me by email of any comments added to content I uploaded. Send this page to a friend. Report Inappropriate Tag Please select the tag you want to mark as inappropriate. Em or compatible 64bits,read only,Manchester encoded.

CREATIVE T6160 MANUAL PDF

Download Askep Kolostomi

.

Related Articles